strategi pembelajaran
Magang 1
21Juni 2021
Laporan bacaan
Jurnal pendidikan bahasa dan sastra Indonesia
Volume 1 nomor 2 Oktober 2018
Fatimah1 dan Ratna Dewi Kartika Sari2
Assalamualaikum wr.wb
Perkenalkan
Nama : ketrin Putri Utami
Nim : 11901136
Kls : PAI 4/i
dari jurusan pendidikan agama Islam angkatan 2019.
yang terhormat
kepada Ibu Farninda Aditya,M.pd.
selaku dosen pengampuh mata kuliah magang 1 dan teman-teman seperjuangan ku.
disini saya telah membaca dengan tema manajemen sekolah.
Apa yang saya baca dan saya pahimi akan saya jelaskan dibawah ini
Selamat membaca
operasi di dalam peperangan seperti
cara-cara mengatur posisi atau siasat
dalam berperang, seperti dalam angkatan
darat atau angkatan laut. Secara umum,
strategi merupakan suatu teknik yang
digunakan untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
edisi kedua (1989), strategi adalah ilmu dan
seni menggunakan semua sumber daya
bangsa-bangsa untuk melaksanakan
kebijaksanaan tertentu dalam perang dan
damai. Menurut O’Malley dan Chamot
(1990), strategi adlah seperangkat alat yang
melibatkan individu secara langsung untuk
mengembangkan bahasa kedua atau bahasa
asing. Strategi sering dihubungkan dengan
prestasi bahasa dan kecakapan dalam
menggunakan bahasa.
Untuk memahami makna strategi
secara lebih dalam, biasanya dikaitkan
dengan istilah pendekatan dan metode.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(1995) Pendekatan adalah proses,
perbuatan, atau cara mendekati. Pendekatan
merupakan sikap atau pandangan tentang
sesuatu, yang biasanya berupa asumsi.
Metode adalah rencana keseluruhan bagi
penyajian bahan bahasa secara rapi dan
tertib. Sifat sebuah metode adalah
prosedural.
Strategi belajar dapat digambarkan
sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford
mendefinisikan strategi belajar sebagai
tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar
agar pembelajaran bahasa berhasil, terarah,
dan menyenangkan. Strategi belajar
mengacu pada perilaku dan proses berfikir
yang digunakan serta mempengaruhi apa
yang dipelajari. Strategi pembelajaran
bahasa adalah tindakan melaksanakan
rencana dengan menggunakan beberapa
variabel seperti tujuan, bahan, metode, dan
alat, serta evaluasi agar mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.
Strategi belajar menurut Huda (1999),
antara lain:
1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung.
Strategi utama dipakai secara langsung
dalam mencerna materi pembelajaran.
Strategi pendukung dipakai untuk
mengembangkan sikap belajar dan
membantu pembelajar dalam mengatasi
masalah seperti gangguan, kelelahan,
frustasi, dan lain sebagainya.
2. Strategi Kognitif dan Strategi
Metakognitif.
Strategi kognitif dipakai untuk
mengelola materi pembelajaran agar
dapat diingat untuk jangka waktu yang
lama. Strategi metakognitif adalah
langkah yang dipakai untuk
mempertimbangkan proses kognitif,
seperti monitoring diri sendiri, dan
penguatan diri sendiri.
3. Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.
Strategi sintaksis adalah kata fungsi,
awalan, akhiran, dan penggolongan kata.
Strategi semantik adalah berhubungan
dengan objek nyata, situasi, dan
kejadian.
Strategi pembelajaran berdasarkan
klasifikasinya, sebagai berikut:
1. Penekanan Komponen dalam Program
Pengajaran
Komponen program pengajaran anatara lain
yang berpusat pada pengajar, peserta didik,
dan materi pengajaran. Berpusat pada
pengajar, pengajar menyampaikan
informasi kepada peserta didik. Teknik
penyajian adalah teknik ceramah, teknik
team teaching, teknik sumbang saran,
teknik demonstrasi, dan teknik antar
disiplin. Berpusat pada peserta didik,
strategi pembelajaran seperti ini
memberikan kesempatan seluas-luasnya
kepada peserta didik untuk aktif dan
berperan dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam hal ini, pengajar berperan sebagai
fasilitator dan motivator. Teknik penyajian
adalah teknik diskusi, teknik kerja
kelompok, teknik penemuan, teknik
eksperimen, teknik kerja lapangan, dan
teknik penyajian kusus. Berpusat pada
materi pengajaran, materi terbagi dua yaitu
materi formal dan materi informal. Materi
formal adalah isi pelajaran yang terdapat
dalam buku-buku teks resmi disekolah,
sedangkan materi informal adalah bahan
i
bahan pelajaran yang bersumber dari
lingkungan sekolah. Teknik penyajian
adalah tutorial, teknik modular, teknik
pengajaran terpadu, dan teknik demonstrasi.
2. Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi
pembelajaran ekspositoris merupakan
strategi berbentuk penguraian, baik berupa
bahan tertulis maupun penjelasan secara
verbal. Strategi pembelajaran heuristik
adalah sebuah strategi yang menyiasati agar
aspek-aspek dari komponen-komponen
pembentuk sistem intruksional mengarah
kepada pengaktifan peserta didik untuk
mencari dan menemukan fakta, prinsip,
serta konsep yang mereka butuhkan.
3. Pengelohan Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi
pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah
mulai dari hal umum menuju kepada hal
khusus. Misalnya bila pengajaran tentang
kalimat tunggal, maka dimulai dengan
definisi kalimat tunggal, contoh-contoh
kalimat tunggal, dan dilanjutkan penjelasan
ciri-ciri kalimat tunggal. Sedangkan strategi
pembelajaran induksi adalah pesan diolah
mulai dari hal-hal yang khusus menuju
kepada konsep yang bersifat umum.
Misalnya bila pengajaran tentang kalimat
tunggal, maka dimulai dengan memberikan
contoh-contoh kalimat tunggal, ciri-ciri
kalimat tunggal sehingga peserta didik
dapat mendefinisikan sendiri tentang
kalimat tunggal.
4. Cara Memproses Penemuan
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi
pembelajaran ekspositoris merupakan
strategi berbentuk penguraian yang dapat
berupa bahan tertulis atau penjelasan
verbal. Strategi penemuan (discovery)
adalah proses yang mampu
mengasimilasikan sebuah konsep atau
prinsip. Seperti mengamati, mencerna,
mengerti, menggolongkan, menduga,
menjelaskan, dan membuat kesimpulan.
Strategi Keterampilan Berbahasa
Bahasa dipergunakan sebagaian besar pada
aktivitas manusia. Semakin tinggi tingkat
penguasaan bahasa seseorang, semakin baik
pula penggunaan bahasa dalam
berkomunikasi. Penggunaan berbagai
teknik dan metode yang inovatif dapat
menciptakan situasi pembelajaran yang
kondusif. Melalui proses pembelajaran
yang dinamis, diharapkan akan tercipta
suatu bentuk komunikasi lisan yang terpola
melalui keterampilan menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis.
1. Strategi Pembelajaran Keterampilan
Menyimak
Keterampilan menyimak adalah satu
bentuk keterampilan berbahasa yang
bersifat reseptif. Keterampilan
menyimak pada tahapan lebih tinggi
mampu menginformasikan kembali
pemahamannya malalui keterampilan
berbicara maupun menulis.
Strategi pembelajaran menyimak
sebagai berikut:
a. Pemberian informasi tertentu, dalam
hal ini peserta didik mendengarkan
sebuah informasi, dan melihat
demonstrasi serta mencatat.
b. Interaksi, dalam hal ini peserta didik
diberikan contoh lalu mencontohkan
dan mengulangi secara lebih kreatif
beserta tanya jawab.
c. Secara independen, peserta didik
melakukan kegiatan tertentu seperti,
menyimak rekaman berupa mode
melakukan indentifikasi dan
klasifikasi dari suatu bentuk
interaksi/percakapan yang nyata.
Evaluasi kemampuan menyimak yaitu
tes melalui rekaman, tes dalam bentuk
tanya jawab, wawancara, menjawab isi
dialog, menjawab pertanyaan yang
berkenaan dengan drama yang baru
ditonton, dan bentuk tes lainnya.
2. Strategi Pembelajaran Keterampilan
Berbicara
Keterampilan berbicara merupakan
keterampilan memproduksi arus sistem
bunyi artikulasi untuk menyampaikan
kehendak, kebutuhan perasaan, dan
keinginan kepada orang lain.
Keterampilan berbicara diawali dengan
adanya pemahaman minimal dari
pembicara dalam membentuk sebuah
kalimat. Sebuah kalimat, betapapun
kecilnya, memiliki struktur dasar yang
saling berkaitan satu sama lain sehingga
mampu menyajikan sebuah makna.
Strategi pembelajaran berbicara merujuk
pada prinsip stimulus dan respon. Teknik
dalam strategi pembelajaran berbicara
antara lain:
a. Berbicara terpimpin meliputi frase
dan kalimat, dialog, dan pembacaan
puisi.
b. Berbicara semi-terpimpin meliputi
reproduksi cerita, cerita berantai,
menyusun kalimat dalam sebuah
pembicaraan, melaporkan isi bacaan
secara lisan.
c. Berbicara bebas meliputi diskusi,
drama, wawancara, berpidato, dan
bermain peran.
3. Strategi Pembelajaran Keterampilan
Membaca
Keterampilan membaca memiliki
peranan penting dalam pengembangan
pengetahuan dan sebagai alat
komunikasi bagi kehidupan manusia.
Fakta di lapangan menunjukan bahwa
masyarakat di negara maju ditandai oleh
berkembangnya suatu kebiasaan
membaca yang tinggi. Membaca
merupakan suatu kegiatan untuk
mendapatkan makna dari apa yang
tertulis dalam teks. Pembelajaran
membaca harus memperhatikan cara
berfikir teratur dan baik. Membaca
melibatkan semua proses mental yang
lebih tinggi seperti ingatan, pemikiran,
daya khayal, pengaturan, penerapan, dan
pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran membaca
adalah dengan menggunakan teknik
pemberian tugas membaca teks selama
waktu tertentu, kemudian mengajukan
pertanyaan. Tes kemampuan membaca
antara lain menggunakan bentuk btulsalah, melengkapi kalimat, pilihan
ganda, dan pembuatan ringkasan atau
rangkuman. Selain itu, strategi lain untuk
meningkatkan keterampilan membaca
yakni dengan membaca karya sastra.
4. Strategi Pembelajaran Keterampilan
Menulis
Keterampilan menulis didasari oleh
penguasaan berbagai unsur kebahasaan
maupun unsur diluar bahasa yang akan
menjadi isi dalam tulisan. Keduanya
harus terjalin sehingga menghasilkan
tulisan yang runtun dan padu.
Keterampilan menulis merupakan suatu
usaha untuk mengungkapkan pikiran dan
perasaan yang dilakukan secara tertulis.
Isi tulisan yang diungkapkan dapat
dipilih secara cermat dan disusun secara
sistematis agar dapat dipahami dengan
tepat. Tes keterampilan menulis adalah
dengan membuat karangan, dengan
kriteria penilaian sebagai berikut:
a. Kualitas dan ruang lingkup isi
b. Organisasi dan penyajian isi
c. Komposisi
d. Kohesi dan Koherensi
e. Gaya dan bentuk bahasa
f. Tata bahasa, ejaan, tanda baca
g. Kerapihan tulisan dan kebersihan
Keterampilan menulis melibatkan
unsur linguistik dan ekstralinguistik serta
memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk menggunakan bahasa secara
tepat dan memikirkan gagasan yang akan
dikemukakan terlaksana dengan baik. Strategi yang
berpusat pada peserta didik merupakan
strategi pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk
aktif sehingga pengajar hanya berperan
sebagai fasilitator dan motivator. Dalam
pembelajaran keterampilan berbahasa
strategi keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan
membaca, dan keterampilan menulis
didukung oleh teknik pengajaran yang
sesuai dan perlunya penilaian
keterampilan berbahasa dengan berbagai
tes keterampilan untuk mengetahui hasil
dari proses pembelajaran. Sehingga
dapat meningkatkan mutu dan kualitas
dalam keterampilan berbahasa setiap
individu.
Komentar
Posting Komentar