MEMBANGUN KULTUR DISEKOLAH
Magang 1
11 April 2021
Assalamualaikum wr.wb
Perkenalkan
Nama : ketrin Putri Utami
Nim : 11901136
Kls : PAI 4/i
dari jurusan pendidikan agama Islam angkatan 2019.
yang terhormat
kepada Ibu Farninda Aditya,M.pd.
selaku dosen pengampuh mata kuliah magang 1 dan teman-teman seperjuangan ku.
disini saya telah membaca dengan tema kultur sekolah.
Apa saya baca dan saya pahimi akan saya jelaskan dibawah ini
Selamat membaca
A. Membangun Kultur disekolah
Sebagai lembaga pendidikan sekolah perlu merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun 2007 tentang standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, visi adalah cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang yang mampu memberikan inspirasi, motivasi dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan untuk mencapainya. Misi sekolah adalah segala sesuatu yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi. Tujuan sekolah menggambarkan tingkat kualitas yang ingin dicapai dalam jangka waktu menengah. Strategi adalah cara-cara yang dilakukan sekolah untuk mencapai tujuan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Visi, misi, tujuan dan strategi sekolah yang perlu dijadikan acuan oleh segenap warga sekolah agar menjadi daya dorong untuk melakukan setiap kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sekolah.
2 . Membangun dan Memelihara Fisik Sekolah
Kultur sekolah mencerminkan budaya dan perilaku dan moral sekolah sebagai sebuah lembaga. Ada tiga komponen yang dapat menggambarkan gambar tersebut (Zamroni, 2009):
1. Artifak dan Simbol-simbol, bagaimana bangunan sekolah dihias, didekorasi dan dirawat,
2. Nilai-nilai ( values) , bagaimana warga sekolah berperilaku dan bertindak saat melakukan pekerjaan, sebuah komunikasi dan komunikasi.
3. Asumsi-asumsi, keyakinan termasuk agama yang tidak secara disadari dan alami dimiliki oleh setiap warga sekolah.
Sekolah seyogyanya mengusahakan agar komponen-komponen tersebut tidak menjadi kontraproduktif karena:
1. Menggunakan artifak dan simbol yang sudah rusak dan usang sehingga tidak memberikan nuansa positif dan kepedulian pada proses pembelajaran dan pendidikan untuk siswa.
2. Tidak atau kurang menerapkan nilai-nilai dalam setiap kegiatan sekolah, yang membangun tanggung jawab dan toleransi dalam setiap kegiatan sekolah.
3.Memiliki asumsi, pendapat atau keyakinan yang berdampak negatif seperti:
1. a.Sebuah. Pandangan yang memberikan label bahwa banyak siswa yang bodoh, tidak belajar, malas.
2 . b. Pendapat yang menyatakan bahwa orang tua siswa tidak peduli dengan pendidikan putra-putrinya.
3. c. Asumsi yang menyatakan bahwa orang tua siswa sekarang tidak peduli tentang pendidikan.
Budaya sekolah tidak hanya dapat direfleksikan oleh bangunan fisik semata namun juga oleh aspek psikologis yang dapat mengkondisikannya sebagai tempat belajar siswa dan mengajar guru.
Mau berkomentar?silahkan.
Wassalamualaikum, wr.wb
Komentar
Posting Komentar